Model Wifi Voucher di Desa, Baguskah??


Setelah sekian lama saya tidak nulis di blog ini, semangat saya kembali muncul ketika ada beberapa pengunjung blog yang W.A saya tentang tata cara membangun wifi di lingkup pedesaan.

TAMPILAN PAGE LOGIN IKAMA.NET (SAYA)


Memang tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan desa itu menjadi tempat yang masih "perawan" untuk membangun usaha di bidang internet. Apalagi, didukung dengan budaya kelompoknya yang luar biasa, maka usaha wifi akan bisa berkembang pesat. apa kaitannya ya?? emm....

Ada beberapa model usaha wifi dan salah satunya sudah saya jalankan dimana modelnya dengan pemasangan person to person. Namun, saya muncul pemikiran untuk mencoba model wifi sistem bervoucer. Ide ini bermula ketika saya ada anak-anak di Desa saya ingin wifinan di salah satu pelanggan saya, tapi tidak diberikan password.

Mulai dari situ, saya mencoba sistem voucer dimana anak-anak tetap bisa wifinan dengan cara membeli voucer wifi. Hampir mirip di indihome, namun konsep ini di bawa ke Lingkup Desa, sehingga anak-anak tidak perlu jauh-jauh keluar kampung untuk wifinan.

1. Awali di tempat tinggal kamu dulu

di beberapa artikel saya, sudah dijelaskan tentang pentingnya jiwa sosial dalam mengembangkan usaha wifi. Saya sendiri sebagai ketua pemuda tk desa, sangat dekat dengan anak-anak, mereka nyaman ketika saya berada di samping mereka.

PELANGGAN DARI KALANGAN ANAK-ANAK

dari sini saya mencoba sistem voucer di rumah saya sendiri. Memang harus ada konfigurasi mikrotik rumit yang harus dilakukan. Saya masih awam, sehingga harus melewati fase berminggu-minggu untuk mempelajarinya.

Hasilnya memang tidak begitu memuaskan, namun memang niatan awal bukan untuk cari keuntungan, akan tetapi memudahkan mereka untuk belajar serta bermain game kesukaan mereka, "mobile legend"

2. Tempat Ngumpul Masyarakat adalah potensi Indah

Wifi voucer ini sistemnya tanpa pembayaran bulanan, sehingga apabila tidak ada yang beli voucer, ya tidak dapat penghasilan. Maka carilah tempat di sekitar kamu yang sering digunakan untuk ngumpulnya masyarakat. terutama mereka-mereka yang maniak akan bermain HP Android.

Karena usaha ini dijalankan di Desa, saya yakin sekali ada tempat ngumpul di suatu titik. Jangan lupa bahwa ngumpul menjadi budaya wajib di masyarakat desa, tinggal pintar-pintarnya mencari titik lokasi.

3. Beberapa tempat yang direkomendasikan

Nah, apabila kamu sudah mencoba di lokasi kamu sendiri, selanjutnya bisa dilakukan dengan menjajah tempat-tempat yang biasa digunakan untuk ngumpul. 

POS KAMLING


WARUNG

SEKRETARIAT KEPEMUDAAN



4. Harga dan waktu

Saya merekomendasikan voucer dijual dengan harga 1000 s/d 2000 an dengan batas waktu maksimal 6 jam. Saya menjual 1000 / voucer untuk 2 jam dan 2000 / voucer untuk jatah 6 jam. Penting untuk kalian ketahui bahwa anak-anak sekarang maniak akan HP, tapi belum cukup duit untuk beli paketan.

Berbeda dengan mereka yang dewasa, maka ada pertimbangan untuk beli paket dana / voucer internet. Mending menjual dengan harga rakyat dari akan tetapi laris, dan mereka mau untuk kembali lagi

6. Kontrol Sosial

Meskipun semakin banyak anak-anak yang membeli voucer wifi bakal ningkatin hasil, tapi ingat  bahwa mereka juga tetap harus dipantau penggunaannya. Minimal pada jam-jam aktif mengaji dan belajar, mereka harus disuruh pulang. 

Hal ini agar kalian tetap dapat citra positif dari masyarakat, karena hidup di lingkup pedesaan syarat akan label-label yang bisa mengganggu pikiran dan perasaan. Jika kita tidak peduli dan mempertimbangkan hal ini, masyarakat kelak bisa melakukan protes pada usaha kalian