18 Langkah dan Tips Mengurangi Bahaya Radiasi HP Android


Sangatlah wajar jika di era modernisasi ini, generasi anak sudah memiliki hp android. Fungsinyapun kini tidak hanya untuk komunikasi dalam rangka kebutuhan, akan tetapi tempat hiburan dengan ribuan aplikasi di dalamnya.
Pernahkah dari mereka yang berpikir sedikit saja tentang efek negatif penggunaan android / smartphone??


Selama sekitar 60 tahun belakangan ini, berbagai studi telah dilaksanakan di berbagai negara untuk mencari tahu pengaruh radiasi ponsel terhadap kesehatan terutama pada sistem reproduksi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan dibeberapa negara, seperti yang telah dilakukan pada University of Arizona, menyatakan bahwa ponsel sering dianggap bisa menyebabkan tumor otak karena diyakini bisa mengantarkan gelombang

elektromagnetik, walaupun sejujurnya hingga sekarang belum ada bukti yang pasti. Tetapi berdasarkan penelitian terbaru menyebutkan bahwa ponsel yang kita gunakan sehari-hari ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan dalam jangka panjang jika kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya


1. Saat ponsel menyala, jangan menyimpannya dekat bagian tubuh Kalian. Badan kita dapat menyerap radiasi yang membahayakan, jadi jauhkan dari anggota badan (termasuk di saku). Terkadang saking besarnya kebutuhan berkomunikasi, sampai-sampai ponsel pun tidur di samping kita. Hal ini sebaiknya dihindari untuk mengurangi kemungkinan terkena radiasi.


2. Usahakan untuk Menggunakan Headset. Memang cara ini juga harus dilakukan berhati-hati, karena penggunaan headset adalah ke telinga. Apabila terlalu keras akan memiliki dampak negatif bagi gendang telinga. Kuncinya adalah kalian tahu ukuran suara yang pas untuk telinga dimana cukuplah bisa didengar.

Dalam hal ini, menggunakan speaker saat menelepon atau menerima panggilan akan mengurangi energi atau tingkat bahaya radiasi handphone-nya. Demikian juga, semakin jauh kalian dari antena handphone, akan semakin rendah tingkat radiasinya. Kabel headset pada banyak ponsel juga bisa bertindak sebagai antena, dan dapat mengirimkan sejumlah radiasi elektromagnetik ke pengguna handphone. Karena itu bijaksanalah dalam memakai kabel headset.

Beberapa aplikasi terkenal tentu kalian tau, seperti WhatsApp, BBM Messenger, Line, Facebook Messenger, dll. Mengirim teks via Media tersebut dapat membatasi durasi paparan bahaya radiasi handphone, dan menjaga jarak handphone dari kepala dan tubuh kita.

3.    Setting ke mode off line. Waktu handphone tidak dipakai, jangan lupa untuk mematikannya. Atau, setting menjadi offline, stand alone, atau flight mode, yang akan mematikan transmitter-nya namun masih memungkinkan kalian untuk menggunakan handphone untuk main game atau mendengarkan musik, serta membuka aplikasi lain kecuali menelepon dan browsing internet.

4.    Jangan memakai Handphone di ruangan Sempit. Ketika berada di lift yang sempit, mobil atau kendaraan, batasi penggunaan telepon seluler. Jangan memakai handphone saat mengemudi, karena akan membahayakan keselamatan kalian maupun pengguna jalan raya lainnya.

5.  Lihat indikator penerimaan sinyal. Kurangi memakai handphone saat indikator penerimaan sinyalnya lemah, atau ketika kalian sedang berada dalam kendaraan yang melaju kencang termasuk kereta api. handphone akan meningkatkan kekuatan penerimaan sinyal hingga maksimal, karena ponsel selalu mencari sinyal ke antena relay yang baru.

6.    Memakai telinga secara bergantian. Jika kalian diharuskan menelepon dalam jangka waktu lama, cobalah memakai telinga kiri dan telinga kanan bergantian secara berulang kali. Hal ini bisa membatasi paparan bahaya radiasi hand phone pada satu sisi kepala saja, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko tumor otak dan kanker kelenjar ludah pada telinga yang sering digunakan untuk mendengarkan ponsel. Bila diibaratkan dengan olahraga berjalan atau lari, semakin jauh berjalan akan terasa capek dan otot pegal. Demikian pula menelepon, ada masanya untuk istirahat bagi otot pendengaran.

7.   Percakapan Singkat. Sebaiknya menelepon dengan handphone singkat dan seperlunya saja. Cukup untuk mengatur jadwal bertemu dengan nasabah, atau mengingatkan anak untuk belajar, misalnya. Jika kalian ingin ngobrol dengan teman lama yang baru ketemu di jejaring social facebook atau twitter, sebaiknya memakai telepon rumah. Hmm, kelihatannya sepele, tapi ini bisa mengurangi bahaya radiasi handphone. Perlu diingat, risiko tumor otak dimulai pada tingkat paparan kumulatif yang relatif rendah.

8.  Mengurangi pemakaian Smartphone. Perangkat smartphone seperti BlackBerry atau iPhone menghasilkan emisi yang lebih tinggi daripada handphone biasa. Smartphone lebih banyak bergantung pada energi dari baterai untuk melakukan aktivitas e-mail, koneksi internet, dan men-display warna. Mengurangi pemakaian smartphone merupakan langkah bijak untuk mengurangi bahaya radiasi handphone.

9.    Hand phone jangan langsung ditempel ditelinga,  jika koneksi belum tersambung. Setelah menekan tombol nomor handphone yang dituju, tunggu beberapa saat sampai ada indikator tersambung.Saat itu, ponsel itu sedang mengirimkan sinyalnya yang terkuat karena sedang berusaha untuk terkoneksi.

10. Dalam suatu penelitian, diketahui bahwa pria yang membawa telepon selulernya di dalam saku celana cenderung memiliki jumlah sperma 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok pria lain yang tidak menyimpan ponselnya di saku celana. Setiap bagian dari tubuh menyerap radiasi pada intensitas yang berbeda, dan jaringan testikular kemungkinan juga lebih mudah diserang. Jadi jangan kantungi handphone jika tak ingin terkena bahaya radiasinya.

11. Malam hari sebaiknya handphone dimatikan. Jika tetap menyala, sebaiknya diletakkan di luar kamar tidur, agar gelombang elektromagnetik tidak menyerang organ otak manusia.

12. Jauhi anak balita dari handphone. Anak-anak usia dibawah 8 tahun sangat riskan terhadap bahaya radiasi handphone ini, sehingga sangat disarankan untuk tidak menggunakan ponsel.

13. Gunakan tutup (casing) anti radiasi handphone. Di pasaran sekarang ini banyak ditawarkan berbagai produk untuk mengurangi bahaya radiasi handphone, mulai dari stiker anti radiasi handphone hingga casing khusus untuk smartphone yang radiasinya cukup tinggi. Sebuah pengujian independen yang dilakukan majalah Wired menunjukkan, beberapa merek casing anti radiasi handphone mampu mengurangi radiasi hingga 66,7 persen.

14. Jika menggunakan bluetooth, alihkan dari satu sisi ke sisi lainnya. Cara ini adalah untuk menghindari radiasi yang terkonsentrasi di satu sisi. Radiasi bluetooth tetap berisiko walau lebih rendah dari radiasi ponsel.

15. Beli ponsel dengan radiasi rendah. Setiap telepon seluler memiliki tingkatan radiasi yang bervariasi, untuk itu Kalian perlu mencari informasi produk ponsel beradiasi rendah yang sesuai dengan kebutuhan Kalian. Selain itu, apapun model ponselnya, selalu patuhi cara penggunaannya dengan benar. Produsen ponsel selalu memberikan informasi mengenai cara menggunakan dan membawa ponsel agar konsumen bisa membatasi paparan radiasi.

16. Jangan letakkan ponsel dekat kepala saat tidur Meski tidak digunakan, ponsel akan terus mencari sinyal yang memicu radiasi. Jika ingin tidur dalam keadaan ponsel menyala, jangan pernah letakkan ponsel di dekat dengan kepala. Lebih baik lagi jika menon-aktifkan ponsel ketika tidur. Saat membutuhkan alarm ponsel, pengguna bisa mengaktifkan flight mode atau meletakkannya di meja yang jauh dari tubuh

17. Lepas headset Meski jumlahnya tidak begitu besar, headset yang tersambung dengan ponsel ternyata juga mengeluarkan radiasi, terutama jenis headset bluetooth. Karena itu, pengguna ponsel disarankan melepas headset jika tidak digunakan.

18.  Gunakan komunikasi Via Aplikasi Media Sosial. Dengan berkembangnya zaman, semakin jarang orang menggunakan SMS untuk saling berkomunikasi. Kita semua dimudahkan dengan adanya playstore di android, sehingga banyak berbagai macam aplikasi yang bisa didownload secara gratis.