Lingkungan Sosial sumber stres Remaja

Selalu saja ketika membahas tentang remaja, arahannya selalu berkiatan erat dengan lingkungan sosialnya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa lingkungan yang sehat akan membuat remaja tumbuh kembang dengan sehat pula.


Remaja akan mengalami banyak perubahan dalam dirinya, dimana perubahan yang terjadi mencakup seluruh aspek baik fisik, psikis, sosial, perubahan sikap dan perilaku. Perubahan-perubahan yang terjadi akan menuntut lingkungan mengadakan reaksi guna mengadakan penyesuaian terhadap perubahan yang ditampilkan remaja, dan hal ini akan menyebabkan perubahan pada Cara Berpikir remaja 



1. Perubahan Lingkungan Sosial

Ketika anak berubah menuju masa remaja, maka ia akan mengalami perubahan lingkungan. COntoh yang nyata, perubahan dari SD ke SMP, perubahan dari lingkungan Tingkat Desa menjadi Tingkat KEcamatan karena akses, Perubahan dari lingkungan rumahan menjadi komunitas-komunitas, dsb.
Lha disinilah awal mula tantangan yang harus dihadapi remaja, yaitu Penyesuaian.  Kemampuan sosial yang baik akan mengurangi dampak stres pada remaja, dimana kita ketahui bahwa remaja merupakan pribadi sosial yang memerlukan relasi dan komunikasi dengan orang lain untuk memanusiakan dirinya.

2. Penerimaan sosial

Remaja sangat ingin kehadirannya diterima oleh orang-orang yang ada dalam lingkungannya, baik dirumah, di sekolah maupun dalam masyarakat dimana ia tinggal. Rasa diterima kehadirannya oleh semua pihak ini menyebabkan remaja merasa aman dan nyaman karena ia merasa bahwa ada dukungan dan perhatian terhadap dirinya. 

Lingkungan sosial yang paling mempengaruhi remaja adalah teman sebaya terutama di sekolah, remaja lebih banyak berada di luar rumah bersama teman-teman sebaya sebagai kelompok dan hal ini yang sering mendatangkan permasalahan pada remaja itu sendiri. Pada lingkungan sosial, remaja juga mengalami tekanan teman sebaya dan tuntutan konformitas yang menuntut mereka untuk menjadi sama dengan teman-teman sebayanya agar dapat diterima (Santrock, 2003).  

3. Persaingan Antar Remaja

Kesulitan remaja dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya disebabkan adanya kompetensi sosial yang remaja miliki, sebab kesuksesan dalam penyesuain sosial dibutuhkan kompetensi sosial yang baik (Welsh & Bierman, 1998). 

Durkin (1995), mengatakan bahwa kompetensi sosial merupakan suatu komponen yang utuh dari sebuah persahabatan, sehingga jika dalam hubungan sosial tidak mampu menghargai adanya persahabatan maka hal ini akan menimbulkan permasalahan

4. Kurang terlibat dalam Kegiatan Sosial

meluasnya kesempatan untuk melibatkan diri dala m berbagai kegiatan sosial, maka wawasan sosial semakin membaik pada remaja yang lebih besar. Sekarang remaja dapat menilai teman-temannya dengan lebih baik, sehingga penyesuaian diri dalam situasi sosial
bertambah baik dan pertengkaran menjadi berkurang. Hal ini merupakan suatu strategi yang tepat dalam mengatasi stres pada remaja.
5. Ketergantungan Sosial

Dimana remaja untuk menemukan jati diri, selalu dikaitkan dengan pencarian terhadap hobby dan kesenangan-kesenangan berada pada lingkungan tertentu. Perlu diketahui bahwa hal semacam inilah yang membuat remaja tidak siap berada di berbagai macam lingkungan-lingkungan yang terkadang tidak sesuai dengan keinginannya.

Rujukan dan sumber :

 Durkin, K. (1995). Developmental Social Psychology. Massachusetts: Blackwell
Publisher Inc..

Santrock, J.W. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja. Terjemahan Adelar
& Saragih. Jakarta: Erlangga. 

Welsh, J.A & Bierman, K.L. (1998). Social competence. Gale Encyclopedia of
Childhood and Adolescence. Diakses dari www.findarticles.com pada
bulan November 2017.