11 Kunci dan Resep Sehat dalam Ilmu Hakikat Islam

Berbeda dari konsep sehat secara medis atau ilmiah, kunci sehat dalam ranah ilmu hakikat tidak pernah melepaskan dari unsur dasar yang memberikan kesehatan yaitu Allah Swt.


Anda akan seringkali menemukan berbagai macam artikel di internet tentang resep sehat yang selalu dikaitkan dengan makanan, olahraga dan pola istirahat berdasar jam.


Pada konsep kesehatan secara ilmu hakikat, dasar dari kesehatan adalah pemaknaan tentang sehat itu sendiri yang dimana pemaknaan tersebut intinya mendekatkan ke allah atau tidak. Perlu anda-anda semuanya tahu bahwa manusia itu penuh dengan pemaknaan yang memiliki tafsir yang bermacam-macam. Maka disini akan dibahas tentang apa itu sakit dan apa itu sehat secara hakikat. Tulisan ini murni copy paste dari guru saya, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)



Kesehatan itu bersifat dialektis yang mana terkait satu sama lainnya dan bersifat komprehensif, saling mendukung antara jasad, rohani, jiwa dengan posisi hubungan manusia kepada Allah.

Allah adalah yang bikin manusia, rohani dan jasadnya serta memberi ketetapan tentang suatu sistem kehidupan yang hasilnya adalah hidup sehat. oleh karena itu ketergantungan makhluk utk sehat atau tidak sehat itu nomer satu pada yang menciptakannya yaitu allah swt.

Prinsip dasar yang seperti itu, maka kesehatan jasad tidak bisa berdiri sendiri, ia berposisi saling tergantung dengan kesehatan rohani serta dengan sehatnya hubungan manusia allah dari hari ke hari.

kita tahu ilmu kesehatan modern sangat rajin meneliti dengan seksama hal hal yang menyangkut kesehatan jasad. ada juga sedikit ditemukan kaitannya dengan kesehatan psikologis/psikis, tetapi tidak sampai pada spektrum kesehatan rohani.

DImana allah disadari sebagai pangkal ujung sehat dan sakitnya semua manusia.

Tuhan memiliki hak mutlak atas sehatnya apa saja yang Dia ciptakan. Allah tidak berpihak pada sehatnya manusia berdasarkan konsep manusia tentang sehat. Sehat dan sakit menurut tuhan berbeda bahkan bisa sangat terbalik menurut ilmu kita, menurut keperluan dan kepentingan manusia.

Kesehatan di Mata Allah adalah keberadaan manusia di dalam kepatuhannya terhadap kehendakNYA, maka pemahaman atas kesehatan manusia bisa terbalik dari konsep kesehatan menurut Allah.

Ada kemungkinan2 yang mungkin tidak terbatas jumlahnya. Allah bisa memberi sakit pada manusia tapi fungsinya adalah penyehatan jiwa. Allah memberi penyakit pada manusia maksud dan posisinya bisa saja sebagai ujian, atau pendidikan atau peringatan atau mungkin hukuman.

sebaliknya allah memberi kesehatan pada manusia bisa saja merupakan ujian atau lainnya. jadi sehat dan sakit menurut kita bisa terbalik dengan sehat dan sakit menurut Allah. tergantung kita bisa menemukan tidak latar belakang kenapa tuhan membikin kita sakit / membikin kita sehat.

sakitnya manusia bisa membuat manusia rendah hati dan sadar ketergantungannya kepada allah. sementara sehatnya manusia bisa menjadi semacam adzab bagi manusia, yang membuatnnya sombong dan tergelincir hidupnya.

banyak dialami bahwa sakit berlanjut ke kematian, tapi kematian bisa terjadi tanpa sakit sebagai sebab musabab. di dalam konsep allah, hidup dan mati bisa berkait bisa juga tidak terkait terserah allah.

allah menghidupkan dan mematikan hanya terkait dengan kehendaknya itu sendiri, tidak berhubungan dengan sakit atau tidak sakit. hidup dengan selalu menjaga kesehatan tidak harus diartikan supaya awet hidup atau tidak cepat mati. yang paling masuk akal adalah menjaga kesehatan karena kesetiaan kepada allah yang menitipkan jasad dan ruh ini kepada manusia

manusia berikhtiar di dalam menjalani kehidupannya, tetapi allah yang mengambil keputusan tentang sehati tidaknya manusia. manusia wajib menjalani hidup yang sehat, tetapi allah berhak menentukan orang yang merawat kesehatannya diambil nyawanya terlebih dulu, dibanding orang yang berlaku seenaknya terhadap kesehatan hidup.

manusia beriktiar untuk meneliti tentang sehat dan sakit, kemudian mengobati tetapi manusia tidak mampu berposisi untuk menyembuhkan. manusia menanam benih, allah yang menyemaikan. manusia berjuang, allah yang menentukan pencapaian atau kegagalan. allah bisa berlaku sesuai dengan rumus kesehatan manusia, misalnya menyembuhkan manusia sakit yang diobati oleh manusia, tapi allah berhak untuk melakukan berbagai variasi perilaku yang lain.

Allah bisa tidak menyembuhkan orang yang diobati, atau menyembuhkan orang yang tidak diobati. allah bisa mengabulkan kesembuhan seseorang berdasarkan pengetahuan kedokteran dan farmasi, bisa juga tidak menyembuhkannya  atau menyembuhkan malah dengan obat dan sebab yang lain sama sekali atau bahkan ditentang oleh kedokteran dan farmasi.

kalau dokter, tabib, dukun atau siapapun disebut menyembukan seseorang dari sakitnya dengan menggunakan obat atau ramuan atau perlakuan yang dikenal baku dan diakui oleh ilmu manusia, maka kesimpulannya bukan ilmu dan obat itu pasti benar, kesimpulan yang lebih benar adalah allah menyembuhkan apa yang diyakini dan yang dipergunakan oleh dokter, tabib atau dukun itu.

sementara disaat yang lain allah bisa tidak mengabulkannya, atau justru memberi pengalaman dimana seseorang menjadi sembuh tidak berdasarkan ilmunya manusia tentang kesehatan dan pengobatan, melainkan ilmu yang tidak dikenal oleh manusia sama sekali.

.....Yang berkehendak menyembuhkan adalah Allah dengan kasih sayangNYA kepada manusia.

Oleh karena itu syarat kesehatan hidupnya manusia itu ada 2
1. memastikan secara permanen dan simultan pemfokusan kita terhadap allah. hati bertaukhid, pikiran bertaukhid, setiap helaan nafas bertaukhid, susah senang bertaukhid, kaya dan miskin kita bertaukhid

2. berpikir haqiqi, berpikir jujur, berpikir positif, berpikir kompatibel dengan kemauan allah. roh dan jasad manusia adalah sebuah sistem atau suatu putaran ekosistem hardware maupun bersama dengan softwarenya. setiap ketidakjujuran rohani, hati dan pikiran akan mengubah putaran  atau manajemen ekosistemik di dalam hidup kita. sehingga potensial untuk menjadi distruksi, dismanajemen, kekacauan, diskontruksi atau kerusakan susunan susunan kerjasama dalam roh, syaraf dan jiwa kita termasuk unsur2 jasad kita, sehingga produknya adalah

..........SAKIT.......

maka hidup yang paling potensial untuk sehat adalah menghormati dan patuh kepada haqiqinya kehendak ALLah kemudian membuka diri pada setiap kemungkinan pada ilmu manusia yang menyangkut sehat dan sakit.