10 Cara Memasarkan Wifi di Desa (RT RW Net)

Pada artikel saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang tata cara membangun RT RW net. Namun, saya akan kembali sedikit mengulas tentang pengertian RT RW Net. Istilah RT/RW-net
pertama kali digunakan sekitar tahun 1996-an oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadyah Malang, pada saat itu mahasiswa UMM yang menyambungkan kos-kos-an mereka ke kampus yang tersambung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway Internet di ITB. 


Lha, saya sudah menulis tentang tata cara membangunnya di lingkungan Desa. Sebenarnya di desa, masyarakat tidak tahu menahu tentang apa itu RT RW net, mereka tahunya istilah wifi. Saya sendiri baru 1 tahunan di dalam menjalani bisnis ini dan sudah memiliki sekitar 92 klien rumahan. Menurutku, jumlah klien segitu sudah saya anggap banyak dan saya bersyukur dalam waktu 1 tahunan sudah bisa mencapai angka 92 Pelanggan.



Wifi saya jual 100 ribu/Mb, sedangkan saya berlengganan indihome paket ramadhan 40 Mb dengan harga 760.000 dan paket 30 Mb Triple Play harga 800.000 an. Bisa dibayangkan keuntungannya kan jika ada 92 klien berlengganan 100 ribu/Mb? hehe....itupun 20 klien berlengganan 200 ribuan :D

Ingin Cepat Dapat Pelanggan?? :  Tips Membangun usaha dan
bisnis voucer Wifi RT RW Net

Eits.... 10 jutaan itu belum keuntungan bersih, masih ada biaya stor bulanan ke indihome, maintenance, kebutuhan anten pemancar, dan investasi lainnya. Setidaknya saya mendapatkan untung bersih 6 juta perbulan. Sebenarnya enggak berat menjalankan bisnis ini, hanya saja faktor yang paling berpengaruh agar cepat mendapatkan klien adalah kepercayaan. Baiklah mari kita telusuri cara singkat saya dalam mendapat klien:

1. Bangun Sikap Pribadi Sosial Tinggi

Perlu kalian tahu, karena bisnis yang akan dijalankan ini di Desa/Kampung, maka faktor kepribadian atau personalitas sangat berperan. Yang namanya di Desa, kepercyaan masyarakat akan terbangun tidak hanya karena kualitas pelayanan, akan tetapi kualitas "rekam jejak". apa itu kualitas rekam jejak?

Posisi dimana seseorang itu memiliki sejarah perilaku yang dianggap "baik" dan "bermutu" di masyarakat. Jika seseorang itu selalu bersosial di desa, menjadi seorang yang selalu digunakan di masyarakat, aktif berorganisasi, aktif ke masjid/tempat ibadah, aktif dalam mengikuti kegiatan dan memiliki jiwa kepimimpinan, maka tingkat kepercayaan masayarakat akan tinggi.

Saya sendiri di Desa menjadi ketua Karang taruna dengan membawahi 16 pemuda Dusun, serta di Dusun saya menjadi pembina kepemudaan, dan aktif dalam kegiatan apapun di masyarakat.

Apa efeknya terhadap bisnis ini??

Aktif Menggerakkan pemuda/remaja dalam kegiatan Dusun

Ketika personalitas seseorang dianggap "bermutu" di masyarakat, maka tingkat kepercayaan secara kosmis/menyuluh dari masyarakat ke seseorang itu akan meningkat. Padahal sudah saya jelaskan bahwa kepercyaan masyarakat menjadi modal utama dalam bisnis ini. 

Coba aja kalau kalian bukan orang yang bisa dipercaya menjalankan bisnis ini di Desa, masyarakat pasti gedumel, glendeng, ngrasani dan waspada. 

celotehan masyarakat "aku mau saja berlengganan, tapi liat orangnya yang ndak bisa dipercaya itu bikin ga meyakinkan"  lha biasaya masyarakat komentar seperti itu

2. Mulailah pada lingkungan terdekat

Pemasaran dasar pertama yang harus dilakukan adalah penawaran dan mengajak orang terdekat di rumahmu. Ajak mereka ke rumah untuk merasakan enaknya melakukan memiliki wifi di rumah sendiri. Pupuk mereka dengan kalimat-kalimat positif yang membuat mereka tergiur.

Kerja bakti RT

Lingkungan terdekat biasanya akan tahu rekam jejak kalian dan tentunya kalian sudah sering membantu tetangga, sehingga potensi untuk mendengar tentang cerita kalian akan lebih tinggi. Tawarkan dengan mengajak ke rumah, jangan cuma diberikan cerita

3. Gunakan Momen Acara Desa untuk penawaran

Yang namanya di Desa, pasti sangat intensif dengan kegiatan yang bervariatif. Saya akan sebutkan beberapa diantaranya yaitu, kerja bakti, kumpulan pemuda, hadrohan, sinoman/nyinom, tahlilan, yasinan, quranan, bahkan momen pada waktu acara kematianpun bisa. hehe....

Momen pas untuk promosi

namun semuanya situasional dan tetap empan papan, artinya jangan sampai pada waktu acara kok kalian menawarkan wifi. Mulailah obrolan santai dengan tetangga pada waktu ngumpul-ngumpul tersebut. Jangan langsung awali dengan mengajak berlengganan, tapi tanyakan tentang kebutuhan internet mereka berapa Gb perbulan, dll

4. Buat acara di Rumah

Inilah politik yang cukup tinggi bagi saya, dengan ini saya langsung mendapatkan 10 klien sekaligus. Jika kalian memiliki peran penting di Desa, maka akses kalian untuk dekat dengan masyarakat sangat terbuka luas. Saya sebagai pembina remaja, seringkali mengumpulkan mereka di rumah saya untuk membahas kegiatan atau memotivasi mereka.


acara ngumpul remaja
nah, saya fasilitasi wifi secara gratis. saya ajak mereka untuk berpikir tentang efek positif memiliki wifi sendiri di rumah dan betapa iritnya menggunakan wifi. Nah, itu saya lakukan pada waktu acara kumpulan sudah selesai. Kalian bisa nggilir acara yasinan, tahlilan, atau kumpulan pemuda kemudian setelah selesai ajak mereka menikmati wifi kalian.

Saran saya, jadikan rumah kalian tempat untuk ngumpul kegiatan positif masyarakat, maka rejeki akan mengalir dengan sendirinya

5. Membangun biaya pasang yang Wajar

Saya tidak seluruhnya membebankan biaya pemasangan ke klien. Kalian harus jeli dalam hal ini, artinya pandai melihat tingkat ekonomi masyarakat. Di tempat saya, biaya pasang wifi harga 800 rbu s/d 1 juta masih mampu. Saya membebankan biaya awal 850 ribu dengan pelanggan menyiapkan pipa besi 1 buah ukuran 1,5. 

6. Mau dan Ikhlas Invest ke klien agar klien tertarik

Maksudnya, kalian harus siap untuk tanam modal / nombok berapa persenlah dari biaya pasang. Misal kalian telah menghitung kebutuhan klien itu pemasangan awal adalah Rp 1000.000,- maka setidaknya kalian bisa support modal Rp 250.000,-

Ini dilakukan agar masyarakat memiliki kesan dan persepsi bahwa biaya pasang wifi itu tidaklah mahal. Namun perlu kalian tahu juga bahwa mahal dan tidaknya juga tergantung bisa tidaknya kalian membandingkan dengan borosnya kuota, borosnya di warnet, borosnya modem, dan mahalnya pemasangan wifi di daerah kota. 

7. Gunakan antena kelas menengah ke atas untuk meningkatkan kepercayaan klien

Lha, jika masyarakat sudah menganggap kalian itu orang yang "bermutu", maka pertahankan simbol itu dengan membangun bisnis bermutu pula. Gunakan antena yang kedepannya lancar, saya menyarankan untuk klien 100 s/d 500 meter menggunakan antena merk tenda. Lebih dari itu gunakanlah anten jenis ubiquiti. atau keseluruhan dengan ubiquiti.

Hampir seluruh klien sekitar saya menggunakan antena nanostation loco m2 dengan pemancar pusat omni vezatech radio bullet m2hp. Kalian akan bisa tidur nyenyak jika antena yang dipasang jenis itu. harganya 650 ribu s/d 700 ribu. 

8. Siapkan makelar / pencorong

Kini saya mendapatkan klien 70% dari pencorong ini, dimana di beberapa tempat saya akan memberikan fee kepada siapapun yang bisa mendapatkan klien. Corong pertama, saya meminta pelanggan untuk membantu memasarkan, maka akan saya gratiskan bulanannya tiap dapat 1 orang. Corong kedua, saya meminta mereka yang memiliki pengaruh kuat di Dusun, misal: kadus, pak rt, tokoh masyarakat, ketua pemuda, dsb.


Untuk lebih detailnya kalian bisa pelajari di sini: 

Ingin Cepat Dapat Pelanggan?? :  Cara Cerdas memanfaatkan pihak ke 3

9. Mintalah Restu kepada Sesepuh Desa

Ini juga ndak kalah penting, justru ini sebenarnya yang harus pertama kali dilakukan yaitu meminta doa restu kepada orang yang dianggap "KERIS" nya Desa. Orang yang "kajen", dan dipercaya secara penuh sebagai tetua desa. orang tersebut biasanya akan memiliki pengaruh yang kuat dan seringkali doa serta izinnya akan mempengaruhi kelancaran dalam berbisnis di Desa.

10. Rajin Dokumentasi dan Share

Lha ini, kalau bisa ketika dilakukan pemasangan wifi ke klien rajinlah mendokemntasikan di jejaring sosial, seperti fb, instagram, twitter, wa, dll. Pada waktu pemasangan antena, rajinlah memfoto dan share ke medsos dengan menyertakan tanggal pemasangan, lokasi pemasangan dan sertakan biaya pemasangan.

dokumentasi pemasangan antena sectoral