Tips dan Cara Menghindarkan Organisasi dari kampanye politik




Aktif di organisasi sosial menjadi salah satu wujud adanya keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain. Hal ini dikarenakan dengan adanya organisasi sosial, maka akan terdapat berbagai macam kegiatan-kegiatan sosial yang sasarannya adalah  masyarakat dan ada tujuab positifnya.

Organisasi sosial memang tidak akan memberikan keuntungan secara materi bagi anggota, namun bisa saja dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan tertentu. Contoh paling mudah adalah mencari suara ketika akan ada pemilu, ataupun kampanye politik.

Organisasi sosial apapun yang berafiliasi dengan kegiatan politik, meskipun kegatannya positif berpotensi lebih besar mendapat citra yang buruk di mata masyarakat. Belum lagi konflik internal yang bakal muncul di dalam tubuh organisasi itu sendiri, karena menjadi tidak murni niatnya untuk sosial.

Mencegah terjadinya itu, maka organisasi sosial harus punya berbagai macam cara untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya aktifitas politik.

1. Visi misi dan tujuan pendirian organisasi haruslah jelas: ini merupakan hal mutlak yang menjadi langkah awal untuk membatasi diri. Kesepakatan dari pengurus harus kuat dan siapkan sanksi tegas dalam ad/art

2. Rekrut anggota sesuai rekam jejak, dalam artian bahwa ktika organisasi mulai banyak anggota, mulailah merekrut orang dengan sikap curiga dan waspada. Meakipun sosial, jangan sampai asal nrima anggota yg mau aktif, krn keaktifan mereka blm tentu untuk tujuan positif. Perlu diwawancarai dan diselidiki masa lalu dan lingkungan si calon anggota

3. Sesepuh yang ditakuti, adalah sangat penting bahwa di dalam organisasi sosial ada penasehat yg disegani, ditakuti, dan memiliki kharisma yang tinggi. Org yang bisa dipertanggungjwabkan keikhlasannya dalam berjuang dan memiliki rekam jejak yg diakui oleh masyarakat, cntoh: kyai

4. Bergeraklah di ruang lingkup kecil, ini penting karena ketika kegiatan hanya berada pada ranah sempit, maka tidak akan diminati orang2 yg memiliki kepentingan di dalam mencari suara/dukungan. Berjuang di ranah sosial dalam lingkup sempit, justru membuat pemikiran kita bisa lebih fokus dan tidak perlu kemana-mana.

5. Carilah pendanaan yang tidak mengikat. Sulit sekali untuk dipungkiri bahwa dalam kegiatan sosial mau ga mau tetap membutuhkan dana di dalam melancarkan kegiatan. Oleh sebabnya pendanaan ini harus dimanajemen secara tepat, baik sumbernya, metodenya, pengelolaannya, penggunaannya, dll.

dalam hal sumber pendanaan kegiatan, usahakan tidak hanya dari iuran anggota. Berjuang dengan proposal ke pemerintah ataupun perusaahaan, jangan sampai lewat jalur aspirasi. Pada jalur tersebut pasti akan meminta imbalan kedepannya, apalagi itu memang salah satu cara politik era sekarang.