Cermati... Kesenian Tradisonal bukan melulu soal Hiburan!!



 
Sumber gambar: mengenalbudayajawa.blogspot.co.id/

Sebagai masyarakat yang hidup di lingkungan pedesaan, saya seringkali mengamati tentang berbagai macam dinamika kemasyarakatan sekitar.

Kesenian tradisional seperti dayakan, kubro, jathilan, sorengan, dll seringkali menjadi hiburan yang memeriahkan setiap desa ketika memperingati suatu peristiwa.

Dari berbagai macam pengamatan saya menemukan bahwasanya, banyak masyarakat khususnya kawula muda menganggap bahwa kesenian itu ada hanya untuk menghibur warga.

Pandangan inilah yang membuat banyak orang tidak mau mendalami sisi lain dari kesenian tradisional. Saya berbincang dengan masyarakat penggelar seni budaya, dan memberikan berbagai macam pertanyaan terkait tujuan diadakannya kesenian tradisional.

Ternyata, jawaban mereka memiliki keunikah yang patut dulur-dulurku pahami. Dalam tulisan ini saya akan memberikan penjelasan singkat tentang sisi lain dari kesenian tradisional:

1.   Pergelaran seni sebagai wujud syukur

Perhatikan lur, masyarakat jawa itu seringkali mewujudkan rasa syukur mereka dengan berbagai macam simbol-simbol budaya, dalam hal ini kesenian.

Perti desa menjadi salah satu perwujudan syukur kepada Allah dengan menggelar suatu kesenian dan dijadikan jalan untuk shodaqoh kepada khalayak ramai. Lhoo....shodaqoh??

Membuat orang tersenyum kan shodaqoh??begitu juga membuat orang lain terhibur kan?? Kesenian tradisional merupakan hiburan yang minim akan keonaran.

2.   Membangun Semangat Gotong Royong
Uniknya, tiap akan ada pagelaran kesenian, masyarakat kita akan senantiasa melakukan berbagai macam koordinasi satu sama lainnya.

Itu artinya semangat kerjasama masih sangat tinggi karena harus ada kumpulan dalam rangka persiapan acara. Bahkan persiapanpun membutuhkan waktu yang tidak hanya sebentar dan terkadang harus mengorbankan kepentingan pribadi.

3.   Media di dalam Menjalin Tali Silaturrakhim
Terbentuk secara otomatis karena dalam mempersiapkan pagelaran seni membutuhkan pertemuan antar warga dengan berbagai macam usia.

Hal ini secara tidak langsung membangun hubungan kekeluargaan yang erat diantara mereka, karena akan terjadi komunikasi yang intensif/sering.

4.   Ciri Khas dan Image Suatu daerah
Catat sejarah, bagaimana dulu di daerah magelang ada jathilan kreasi ketro yang terkenal, kubro sedayu yang gerakannya serentak, topeng ireng putra rimba, bahkan reog ponorogo.

Image tersebut terbangun lewat seni kan??berarti seni dapat membangun prestasi suatu daerah, bahkan bisa membawa nama ke mancanegara. Keren kan??

5.   Wujud Cinta Kasih terhadap Nenek Moyang
Suatu kesenian tradisional itu dibentuk meliputi unsur sejarah pada masa zaman dahulu. Saking pintarnya masyarakat kita, sejarah itu diceritakan dalam bentuk tari dan nyanyian. 

Contoh: kesenian kubro yang menceritakan tentang ki garang serang yang menjadi murid dari pangeran diponegoro yang mengembara di daerah menoreh....

Wuishh....kebayang gak kalian coba, mengimplementasikan rentetan cerita dengan kesenian. Begitu cerdasnya lho nenek moyang kita. Masa kalian ga bangga?

6.   Keikhlasan di dalam Berkorban
“Tarik an” atau “sumbangan” menjadi salah satu syarat wajib dalam menggelar kesenian tradisional. Lha di tingkat desa untuk mengadakan kesenian tradisional biasanya “narik” uang ke warga.

Dari sini warga “di tes” keikhlasan dan pengorbanannya untuk memberikan sumbangan. Walaupun ada yang kurang lega, namun sumbangan tetap keluar lho uniknya, mereka keluar dana karena pakewuh. Hebat bukan?

7.   Membangun Sumber Pendapatan
Laskar pemuda biasanya menjadi ujung tombak dalam mendapatkan dana dari penggelaran kesenian. Heyo caranya gimana?

Ya,,,yang paling mudah parkir penonton. Lumayan bisa buat tambahan kas dusun atau kas pemuda. Biasanya kas akan semakin untung jika di dalam masyarakat desa ada “tukang jaring” nya. Lho Kok??

Nah gini lur, tukang jaring adalah sebutan bagi mereka yang memiliki relasi yang luas dengan orang-orang luar.
Biasanya panitia membuatkan proposal, dan dananya digelembungkan 200%. Waw....

Dana yang harusnya 5 juta digelembungkan menjadi 15 juta rupiah di proposal. Nah dari sini, tukang jaring biasanya muter ke perusahaan untuk dijadikan sponsor. Jikalau dana sisa banyak....nah sumber pendapatan deh


Pada akhirnya, dulur-dulurku hendaknya mulai belajar untuk melihat sesuatu secara mendalam tentang kesenian tradisional. Penting dilakukan agar kalian mampu menemukan sisi lain / sisi keunikannya.

Piye perasaanmu lur, nonton kesenian tradisional tapi ndak paham apa isinya?